Untukmu Bidadari Rumahku
Untukmu Bidadari Rumahku
Ya, untukmu...
Manusia yang telah kuserahkan semua yang kumiliki
untuk bisa berbahagia dengannya di atas ketaatan kepada Allah Taa’la. Manusia
yang paling tahu semua rahasia hidupku dari rambut sampai ujung kaki. Manusia
yang aku berharap bersamanya menuju surga bergandeng tangan membawa sekeranjang
harapan dan cita-cita.
Ya, untukmu..
Yang selama ini kukenal, orang paling pengertian dan pemaaf, selalu menjunjung akhlak mulia. Yang selama ini kukenal, orang yang tiada henti-hentinya menggapai kebahagiaan hidup bersamaku.
Yang selama ini kukenal, orang paling pengertian dan pemaaf, selalu menjunjung akhlak mulia. Yang selama ini kukenal, orang yang tiada henti-hentinya menggapai kebahagiaan hidup bersamaku.
Ya, untukmu..
Orang yang telah berikrar dan berjanji untuk mendayung sampan rumah tangga, sebesar apapun gelombang yang menghadang atau sekuat apapun angin puting beliung yang menerjang…
Orang yang telah berikrar dan berjanji untuk mendayung sampan rumah tangga, sebesar apapun gelombang yang menghadang atau sekuat apapun angin puting beliung yang menerjang…
Kepadamu..
Kutuliskan di hamparan hatimu yang luas tentang cinta dan kasih sayang. Cinta yang karenanya diciptakan langit dan bumi, dipancangkan gunung dan dialirkannya sungai.
Kutuliskan di hamparan hatimu yang luas tentang cinta dan kasih sayang. Cinta yang karenanya diciptakan langit dan bumi, dipancangkan gunung dan dialirkannya sungai.
Aku ingin bercerita kepadamu tentang cinta
yang suci yang tidak tergores oleh maksiat dan tidak raut oleh dosa dan
kesalahan. Cinta yang akan meringankan segala beban hidup dan menjadikan
duniaku taman bunga yang indah…
Kekasihmu…
Maroji’;~ Dipetik dari
sebuah Bab dalam buku Buhul Cinta, Ustadz Armen Halim Naro
Rahimahullaah ~
Ditulis oleh;
Hermansyah Bin Suhaimi Al-Kampary
Artikel; http://Salafiansyah.com
0 Response to "Untukmu Bidadari Rumahku"
Posting Komentar